Cara Membuat ECO ENZYME dari Kulit Buah

Cara Membuat ECO ENZYME dari Kulit Buah

Hai sahabat Tani pernah nggak Anda lihat orang makan rujak buah atau jangan-jangan anda juga suka makan rujak buah? hasil limbah buah-buahan misalnya kulitnya ternyata ketika dilakukan proses yang namanya dekomposisi bakalan menghasilkan sesuatu yang sangat bermanfaat terutama buat menyuburkan tanaman kita.

Hal ini dikarenakan semua jenis buah-buahan mengandung yang namanya enzim dan enzim ini dapat memperkaya nutrisi terserap oleh tanaman kita.

Pembuatan pupuk organik cair yang bagus dan kaya akan enzim adalah dengan cara mendekomposisi kulit buah-buahan.

Mari kita mulai ya sahabat Tani, pertama kita siapin dulu bahan-bahan dalam pembuatan mol eco enzim :

  1. gula merah sebanyak 500gram buat digunain sebagai makanan mikroorganismenya atau kalau anda tumbuh pakai molase juga bisa ya sahabatan disiapkan sebanyak 500 ml 
  2. Kulit nanas sebanyak satu setengah kilo
  3. Air biasa sebanyak 5liter.

Kenapa memilih Kulit Nanas?

Sahabat Tani, ketika kulit nanas diolah menjadi bahan pembuat pupuk organik cair ternyata manfaatnya tuh begitu luar biasa. 
Pernah anda melihat orang melunakkan daging menggunakan nanas? pertanyaannya adalah 'Kenapa sih kira-kira daging bisa lunak ketika kita campurkan dengan nanas?'

Jawabannya karena nanas mengandung suatu enzim yang namanya bromelin ya sahabat Tani. Enzim bromelin adalah enzim yang dapat memecah rangkaian tertentu pada suatu protein dan kalau sahabat tani tahu daging merupakan kumpulan-kumpulan dari protein, sehingga ketika ikatannya pecah ya maka teksturnya menjadi lebih lunak dan ketika enzim ini kita gunakan sebagai biang untuk proses dekomposisi, maka bahan organik bakalan cepat terurai sehingga menjadi nutrisi yang bagus banget buat tanaman kita dan selain mengandung enzim bromelin. Menurut Bujana dalam jurnalnya berjudul pupuk organik cair dari limbah kulit nanas disebut bahwa nenas memiliki kandungan air kemudian, serat kasar, karbohidrat, protein dan juga gula reduksi yang juga pasti bakalan sangat bermanfaat ketika kita aplikasikan pada tanaman kita.

Pembuatan eco enzyme ini disarankan menggunakan perbandingan 1 3 dan 10 ya sahabat tani, jadi satu bagian itu gula kemudian tiga bagian yaitu kulit buah-buahannya dan 10 bagian yaitu adalah air. Artinya siapa tahu nanti sahabat tani mau bikin dengan skala yang lebih banyak misal bikinnya 100 literan maka bisa jadi yang dibutuhkan gula sebanyak 10 kilo atau Molase saya sebanyak 10 liter kemudian kulit buah-buahannya sebanyak 30 kilo dan airnya sebanyak 100 liter.

Proses fermentasi yang bakalan kita gunakan pada pembuatan mol enzim ini yaitu menggunakan fermentasi tertutup jadi kita menggunakan ember sebagai wadah fermentasinya dan harus tertutup rapat ya sahabat. 

Meskipun tertutup rapat, kita tuh juga harus sering-sering membukanya sahabat, misal dua hari sekali buat mengeluarkan gas yang ada di dalamnya.

Cara Membuat ECO ENZYME

  • Pertama haluskan dulu gula merahnya dengan sedikit air.
  • haluskan juga kulit buahnya bisa gunakan blender
  • Masukin kulit buahnya kedalam ember kemudian kita masukkan air 
  • Lanjut masukan gulamerah yang sudah dihaluskan
  • Semua campuran diaduk secara merata dalam ember
  • jika sudah maka tutup ember fermentasinya kemudian dilakban supaya tidak ada udara yang keluar masuk ya sahabat Tani 
Simpan ditempat yang teduh selama tiga bulan ya sahabat dan jika sudah tiga bulan maka molin siap kita gunakan sebagai mal yang dapat membantu mendekomposisi bahan-bahan organik atau kalau mau kita aplikasikan pada lahan pertanian buat menambah nutrisi bagi tanaman kita.

Cara menggunakan Molase Eco enzim sebagai dekomposer

Dalam pembuatan 10 liter pupuk organik cair yang ada campurkan dengan bahan misalnya tuh air kelapa atau air cucian beras. Anda bisa gunakan Molase ini tuh sebanyak 200-300 ML.

Jika langsung aplikasikan kepada tanaman maka gunakan dosisnya 20-30 ML per liter airnya dan aplikasikan dengan sistem cor pada perakaran tanaman.

Pada sebuah jurnal yang membahas tentang penggunaan pupuk organik cair dan limbah buah pepaya dan juga Ah limbah kulit nanas dengan aplikasi sebanyak 20 ML/ l air yang diaplikasikan pada tanaman kangkung darat ternyata dapat meningkatkan tinggi tanaman dan juga jumlah helai daun tanaman sedangkan pada penelitian pada tanaman timun dengan dosis 30 ml per liter air ternyata mampu loh meningkatkan panjang buah dan juga volume buahnya dibandingkan dengan tanpa menggunakan pupuk organik cair.

Komentar