5 Cara Hemat Dalam Mengatasi PATEK atau Antraknosa

5 Cara Hemat Dalam Mengatasi PATEK atau Antraknosa

Assalamualaikum warahmatullah barakatuh Sahabat Tani saat penyakit pantek menyerang bisa menyebabkan penurunan jumlah produksi yang secara otomatis juga akan menurunkan harganya di pasaran. Lantas ada nggak sih cara dalam mengatasi patek atau Penyakit antraknosa ini? maka jawabannya adalah ya sahabat Tani.

Lima cara hemat dalam mengatasi PATEK atau Antraknosa 

Berikut lima cara hemat dalam mengatasi patek atau antraknosa :

#1. Pestisida 

Pestisida adalah suatu zat yang digunakan untuk mencegah mengendalikan hingga membunuh organisme pengganggu tanaman kita dan beberapa diantaranya itu meng-install fungisida dan juga bakterisida gitu ya sahabat Tani, dimana fungisida digunain buat mencegah mengendalikan dan juga mengatasi pengganggu tanaman jenis jamur. Sedangkan bakterisida digunakan untuk mengendalikan Bakteri. 

Ada beberapa Bahan aktif yang bisa digunakan untuk mengatasi Antraknosa : 

Cara kerja kontak

  1. Kode M1 yaitu tembaga hidroksida dan tembaga oksida sulfat, 
  2. kode M3 yaitu propineb, mankozeb, metiram dan juga sulfur. Khusus sulfur itu juga bisa menggunakan jenis sulfur benzoat
  3. Kode M5 yaitu klorotalonil 

Cara kerja sistemik 

  1. Kode 1 yaitu benomil dan metil tiofanat 
  2. Kode 3 yaitu Tebukonazol, Difenokonazol, dan juga Heksakonazol 
  3. Kode 4 yaitu Metalaksil 
  4. Kode 11 yaitu Piraklostrobin dan juga azoksistrobin 
  5. Kode 27 yaitu simoxanil 
  6. Kode 40 yaitu Dimetomorf 
Jadi anda bisa gunakan yang sistemik yaitu difenokonazol dan juga azoksistrobin pada merek tandam atau amistartop atau boleh juga piraklostrobin dan juga metiram pada merek cabriotop gitu ya sahabat Tani, atau heksakonazol pada mereknyatuh adalah Hexa. 

Nah kita campurin dengan yang bahan aktif kontak, Misalkan klorotalonil pada merek Daconil atau klorotalonil yang lainnya. Tetapi yang merek kayak tandem atau amistartop itu jangan dicampur sama Kabrio top atau Hexa, hal ini dikarenakan sama-sama berkode 11 ya sahabat tani, dan kalau ada toko pengen melakukan rotasi atau pergiliran dari jenis pestisida maka pakai aja yang ada bahan aktif seperti metil tiofanat pada merek topsin atau Benomil pada merek benlock dan kita campurin sama mankozeb pada merek Titans atau antilla atau merek lainnya gitu ya sahabat Tani atau dengan fungisida sulfur misalnya microthiol.

Untuk bakterisida bisa anda bisa pakai tembaga hidroksida pada merek COPCIDE77 atau tembaga oxis sulfat pada merek kuproxat dan bisa menambahkan kalsium dalam satu kali aplikasi 

Rotasi pestisida dalam pengendalian antraknosa

Penanganannya bisa kita lakuin antara 3-7 hari sahabat Tani dengan sistem rotasi 11112 dimana Misalnya sahabat ane piraklostrobin Villa protrombin pilek protrombin dan Pilpres tropin Nah baru yang kelima itu pakainya adalah metil tiofanat. Selain itu bisa juga gunakan kombinasi 121212

#2. Kelembaban 

Seperti yang pernah kami teliti menggunakan mikroskop, ternyata antraknosa yang semula populasi itu dikit banget ketika dimasukkan ke dalam air dan kita diamin selama 12 jam populasi itu jadi banyak banget.Maka hati-hati lho ya bagi Anda yang punya lahan yang terlalu lembab akan berpotensi terserang antraknosa lebih besar.

Mengatur kelembaban sangat penting untuk meminimalisir serangan penyakit, untuk mengatasi kelembaban bisa dengan melakukan perbaikan drainase, pembuatan demplot/bedengan yang lebih tinggi, pengaturan jarak tanam.

#3. PH Air 

Menurut BMKG yang diamati pada 52 tempat di Indonesia, kebanyakan PH air hujan itu berada pada angka 5 atau disebut juga dengan asam. 

Jamur maupun bakteri itu sangat-sangat suka dengan yang namanya kondisi PH asam sehingga perkembangbiakan akan menjadi jauh lebih cepat dan juga banyak. 

UNtuk cara menangulanginya bisa menggunakan cara penyemprotan bakterisida berbahan tembaga hidroksida dan bisa juga ditambah dengan kalium hidroksida dengan takaran seperempat sampai sepertiga sendok teh per tangki, tujuannya supaya bisa meningkatkan pH 

#4. Pemupukan 

Hujan merupakan proses alam dimana air turun dari langit karena adanya faktor tertentu dan karena pada lapisan atmosfer itu juga terdapat kandungan nitrogen sebesar 78 % maka nitrogen tersebut sebagian ikut terbawa. Sehingga hujan pada akhirnya juga memiliki kadar nitrogen di dalamnya artinya pemupukan yang ada kandungan slogannya itu boleh kok dikurangi atau bahkan digantikan pada saat sering banget terjadi hujan dan perbanyak unsur hara fosfor dan juga kalium serta kalsiumnya sahabat Tani buat meningkatkan ketahanan dari tanaman kita.

Anda juga bisa lo campurin sama pupuk MKP atau pupuk berbahan dasar fosfor dan juga kalium yang larut didalam air dengan penyemprotan fungisida misal berbahan aktif metil tiofanat dengan mereknya topsin.

#5. Stomata 

Menurut jurnal dari Setiawati yang berjudul karakteristik stomata berdasarkan estimasi waktu dan perbedaan intensitas cahaya ternyata stomata pada pagi hari itu terbuka sebesar 5,5 mikrometer dan pada siang hari terbukanya 2,97 dan pada sore hari itu terbuka 7 mikrometer. 

Yang artinya paling efektif pengedalian penyemprotan dapat dilakukan pada pagi hari.

Komentar